Hutang

Hutang

Dalam teori konspirasi, loh kok mau bahas teori konsprisasi? Kayak makelar politik saja. Hehehehe. Kali ini yang dibahas bukan teori konspirasi, tapi tipe orang ketika ditagih hutang, apalagi orang itu teman kita sendiri. Tipe pertama, tipe yang bertanggungjawab. Tipe ini jarang sekali ditemui, mungkin hanya satu dari seribu orang. Mereka memiliki kesadaran dan komitmen untuk membayar hutang kepada kita sesuai dengan janji yang dibuat ketika berhutang, beruntunglah kita jika yang berhutang adalah tipe yang pertama ini, apalagi nominal yang dipinjam cukup besar.

Tipe kedua, tipe yang sedikit bertanggungjawab. Ya dari namanya saja kita sudah tahu, sedikit bertanggungjawab, tapi masih bisa ditolerir lah, apalagi itu teman sendiri dan dia mempunyai iktikad baik untuk melunasi hutangnya walaupun tidak sesuai dengan janji awal yang dia buat ketika berhutang dan kita juga biasanya akan dibuat repot dalam urusan menagih hutang. Jujur saja urusan tersebut merupakan urusan yang paling merepotkan, bayangkan mereka yang berhutang tapi kok kita ya yang seperti rentenir, yang setiap bulan selalu mengingatkan masalah pembayaran. Kok ya mereka itu gak gak sadar akan kewajibannya atau hanya pura-pura gak sadar dan berharap kita juga lupa dan pembayaran bulan itu tidak dibayarkan.

Tipe ketiga, tipe terakhir adalah tipe yang tidak bertanggungjawab. Tipe ini adalah tipe yang paling merepotkan dan sekaligus menyebalkan. Ketika meminjam uang kepada kita mereka biasanya berjanji akan mengembalikan uang dalam tempo beberapa bulan setelahnya. Tetapi janji hanya janji, yang bisa seenaknya saja mereka langgar, yang awalnya hanya beberapa bulan menjadi 6 bulan, kemudian naik lagi menjadi 1 tahun, dan naik-naik terus sampai waktu yang tidak bisa kita prediksi. Mereka memiliki banyak sekali alasan ketika ditanya perihal pembayaran hutang, mulai dari tidak punya uang, uangnya terpakai untuk acara ini lah, dipinjam saudara, atau lagi seret dan masih banyak lagi alasan-alasan lainnya.

Semisal yang berhutang kepada kita tipe yang terakhir ini maka kita tidak hanya repot untuk menagih hutang tetapi kita juga harus siap menerima banyak alasan yang akan mereka berikan dan membuat kita kecewa. Dan ketika menghadapi orang seperti ini kita harus tegas, berani dan buang jauh-jauh rasa sungkan atau malu, karena kalau tidak seperti itu maka kita harus ikhlas uang yang mereka pinjam tidak akan kembali.

So, sebelum memberikan pinjaman kepada orang kita harus lebih berhati-hati apalagi jumlah yang dipinjam cukup banyak, kalau hanya buat ngopi atau sekedar buat makan tidak telalu menjadi masalah. Jangan sampai kita salah memberikan pinjaman kepada orang yang tidak bertanggungjawab tersebut.

About robians

Satu langkah lebih baik dari pada tidak sama sekali

View all posts by robians →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *